Pengolahan Air untuk Keperluan Sehari-hari Agar Memenuhi Syarat Kesehatan

Ditulis oleh Farida Ch di/pada 08/12/2009

Oleh : Dra. Ida Farida Ch, MPd

I. PENDAHULUAN
Air merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan kita. Air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari misalnya minum, mandi dan keperluan mencuci pakaian dan peralatan dapur harus memenuhi syarat kesehatan. Air yang mengandung bakteri patogen atau zat-zat terlarut lainnya dapat berakibat langsung pada kesehatan. Hal ini dapat terjadi bila sanitasi lingkungan kurang baik. Bila air tanah dan air permukaan tercemar kotoran, maka akan tersebar ke sumber air yang dipakai keperluan rumah tangga. Air juga dapat dicemari oleh logam-logam berat yang bersifat racun atau karena kandungan ion besi dan mangan yang tinggi, sebagaimana terjadi pada sebagian besar wilayah Bandung. Pemukiman yang padat memungkinkan tercemarnya air sumur oleh kotoran, karena letak sumur berdekatan dengan septic tank (WC) atau berdekatan dengan saluran pembuangan limbah rumah tangga/pabrik.
Penggunaan air yang berkualitas kurang baik seperti itu untuk dikonsumsi, dalam jangka pendek, dapat mengakibatkan muntaber, diare, kolera, tipus dan disentri. Dalam jangka panjang dapat mengakibatkan penyakit keropos tulang, kerusakan gigi, kerusakan ginjal dan hati.
Penggunaan air yang berkualitas kurang baik untuk keperluan mandi maupun mencuci juga berakibat langsung pada kesehatan mata dan kulit. Kuman kudis, kurap dan borok dapat mudah disebarkan melalui air. Penyakit mata juga mudah ditularkan lewat air. Kulit dapat mengalami iritasi, kering, kusam dan kehitaman bila menggunakan air dengan kandungan ion besi dan mangan yang tinggi. Makanan yang kita makan dapat terkontaminasi akibat peralatan dapur/makan yang dicuci dengan air yang tercemar.
Oleh karena itu air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari harus dilakukan pengolahan air terlebih dahulu agar dapat memenuhi syarat kesehatan/ Berikut ini dibahas lebih lanjut mengenai persyaratan air sehat, pengujian kualitas air secara sederhana dan pengolahan air. Semoga bermanfaat.
II. PERSYARATAN AIR SEHAT
Air yang sehat harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain :
  1. Air harus jernih atau tidak keruh. Kekeruhan pada air biasanya disebabkan oleh adanya butir-butir tanah liat yang sangat halus. Semakin keruh menunjukkan semakin banyak butir-butir tanah dan kotoran yang terkandung di dalamnya.
  2. Tidak berwarna. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan lain berbahaya bagi kesehatan, misalnya pada air rawa berwarna kuning , air buangan dari pabrik , selokan, air sumur yang tercemar dan lain-lain.
  3. Rasanya tawar. Air yang terasa asam, manis, pahit, atau asin menunjukan bahwa kualitas air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam tertentu yang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik.Tidak berbau. Air yang baik memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang berbau busuk mengandung bahan-bahan organik yang sedang didekomposisi (diuraikan) oleh mikroorganisme air.
  4. Derajat keasaman (pH) nya netral sekitar 6,5 – 8,5 . Air yang pHnya rendah akan terasa asam, sedangkan bila pHnya tinggi terasa pahit. Contoh air alam yang terasa asam adalah air gambut (rawa)
  5. Tidak mengandug zat kimia beracun, misalnya arsen, timbal, nitrat, senyawa raksa, senyawa sulfida, senyawa fenolik, amoniak serta bahan radioaktif.
  6. Kesadahannya rendah. Kesadahan air dapat diakibatkan oleh kandungan ion kalsium (Ca2+) dan magnesium (Mg2+) . Hal ini dapat dilihat bila sabun atau deterjen yang digunakan sukar berbusa dan di bagian dasar peralatan yang dipergunakan untuk merebus air terdapat kerak atau endapan. Air sadah dapat juga mengandung ion-ion Mangan (Mn2+) dan besi (Fe2+) yang memberikan rasa anyir pada air dan berbau, serta akan menimbulkan noda-noda kuning kecoklatan pada peralatan dan pakaian yang dicuci. Meskipun ion kalsium, ion magnesium, ion besi dan ion mangan diperlukan oleh tubuh kita. Air sadah yang banyak mengandung ion-ion tersebut tidak baik untuk dikonsumsi. Karena dalam jangka panjang akan menimbulkan kerusakan pada ginjal, dan hati. Tubuh kita hanya memerlukan ion-ion tersebut dalam jumlah yang sangat sedikit sedikit sekali. Kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi, mangan dan magnesium merupakan zat yang membantu kerja enzim, besi dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah.Batas kadar ion besi yang diizinkan terdapat di dalam air minum hanya sebesar 0,1 sampai 1 ppm ( ppm = part per million, 1ppm = 1 mgr/1liter). Untuk ion mangan ; 0,005 – 0,5 ppm, ion kalsium : 75 – 200 ppm dan 1on magnesium : 30 – 150 ppm.
  7. Tidak boleh mengandung bakteri patogen seperti Escheria coli , yaitu bakteri yang biasa terdapat dalam tinja atau kotoran, serta bakteri-bakteri lain yang dapat menyebabkan penyakit usus dan limpa, yaitu kolera, typhus, paratyphus, dan hepatitis. Dengan memasak air terlebih dahulu hingga mendidih, bakteri tersebut akan mati.
III. PENGUJIAN KUALITAS AIR SECARA SEDERHANA
Untuk menguji kualitas air, seperti kekeruhan, berwarna dan berbau dapat langsung diseteksi dengan panca indera. Namun air yang terlihat jernih dan tidak berbau belum tentu aman untuk digunakan untuk minum. Karenanya perlu diuji kualitasnya apakah memenuhi syarat kesehatan ataukah tidak.
Analisis kualitas air dapat dilakukan di laboratorium maupun secara sederhana. Pemeriksaan di laboratorium akan menghasilkan data yang lengkap dan bersifat kuantitatif, namun biayanya cukup mahal.
Analisis secara sederhana dapat dilakukan sendiri di rumah untuk menguji kandungan kimia dalam air, yaitu sebagai berikut :
  • Setengah gelas air yang akan diperiksa dicampurkan dengan segelas air teh.
  • Selanjutnya didiamkan dalam keadaan terbuka hingga satu malam
  • Periksalah apakah ada perubahan warna, lendir dan lapisan seperti minyak di permukaan.
Semakin cepat perubahan yang terjadi pada air teh menunjukkan semakin tinggi kandungan kimiawi air tersebut. Bila perubahannya lambat atau baru berubah setelah pengamatan satu malam, kandungan kimiawinya lebih sedikit, namun tetap air itu kurang baik dikonsumsi. Dapat digunakan untuk keperluan lain, kecuali untuk dikonsumsi.
Air yang mengandung tingkat kesadahan dan kandungan logam tinggi dapat terlihat bila air teh berubah menjadi hitam, ungu atau biru. Bila air tetap berwarna seperti air teh, maka secara kimia kualitas air itu baik.
clip_image002
Gambar 1. Pengujian kandungan kimia air menggunakan air teh
Pengujian air secara biologis dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  • Air yang diuji dimasukkan ke dalam gelas kemudian ditutup.
  • Air tersebut dibiarkan sampai lima hari
  • Setelah lima hari air diperiksa. Apabila terdapat perubahan warna atau gumpalan warna (putih, hitam atau hijau), maka air tersebut kurang baik secara biologis (mengandung mikroorganisme atau bakteri berbahaya).
Air yang baik akan tetap jernih meskipun disimpan selama 5 hari. Semakin cepat terjadinya perubahan warna atau gumpalan pada air yang diperiksa menunjukkan semakin tinggi kadar mikroorganisme yang dikandungnya.
clip_image004
Gambar 2. Pengujian Sifat Biologi Air Secara Sederhana
IV. PENGOLAHAN AIR
Proses pengolahan air merupakan upaya untuk mendapatkan air yang bersih dan sehat untuk air ninum dan keperluan sehari-hari sesuai dengan standar mutu air untuk kesehatan. Adapun tujuan pengolahan air adalah untuk :
    • menurunkan kekeruhan
    • menghilangkan bau, rasa dan warna
    • menurunkan dan mematikan mikroorganisme (bakteri)
    • megurangi kadar zat kimia yang terlarut dalam air.
    • menurunkan kesadahan
    • memperbaiki derajat keasaman (pH)
Berikut ini diuraikan pengolahan air dengan menggunakan proses dua tahap yaitu : pengendapan dengan cara kimia dan penyaringan. Tahap pengendapan dilakukan untuk mengendapkan kotoran berupa lumpur/tanah liat, ion-ion penyebab kesadahan air (besi dan mangan) dan zat-zat terlarut lainnya. Tahap penyaringan dilakukan untuk menghilangkan bau dan endapan.
1. Alat dan bahan yang diperlukan :
a. Bahan Kimia untuk Pengendapan :
Bahan kimia yang digunakan untuk pengolahan 100 liter air adalah 10 gram tawas, 5 gram kaporit, 10 gram kapur (untuk bahan bangunan atau makan sirih). Jumlah dan komposisi bahan pengendap dapat berubah tergantung kondisi air yang diolah. Berapa jumlah yang tepat yang diperlukan untuk mengendapkan sangat tergantung kepekatan kandungan kimiawi air tersebut (berdasarkan pengujian dengan air teh). Bila kandungan kimiawi tidak terlalu pekat maka jumlah bahan kimia yang digunakan dapat dikurangi. Cobalah dahulu dengan satuan terkecil.
b. Bahan Penyaring
Bahan penyaring berupa : pasir hitam (diameter 0,3 – 1,2 mm), kerikil (diameter 12 – 30 mm), ijuk, dan arang aktif 9arang dari batok kelapa atau kayu yang dihaluskan). Bila tidak tersedia pasir yang memenuhi syarat dapat digantikan dengan zeolit yang banyak dijual di pasaran.
c. Bahan Unit Pengolahan
    • 2 buah drum plastik (masing-masing kapasitas 100 liter), bila drum terbuat dari kaleng sebaiknya bagian dalam dilapisi dulu dengan semen untuk mencegah karat.
    • Kayu atau besi untuk rak
    • Keran 2 buah
    • Pipa paralon untuk mengalirkan air
    • (Bahan unit pengolahan dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan)
2. Pengolahan Air
    • Buatlah unit pengolahan air seperti terlihat pada gambar 3
    • Bahan-bahan yang akan digunakan sebagai penyaring dicuci bersih dengan membilas berulang kali dan terahir dengan air panas. Kemudian susun dalam bak kedua seperti pada gambar 3.
    • Siapkan bahan pengendap dalam dua wadah : pada wadah pertama , Larutkan kaporit dan kapur sebanyak yang dibutuhkan ke dalam setengah liter air hangat. Aduk hingga terlarut. Dalam wadah yang kedua, larutkan tawas dengan setengah liter air hangat.
    • Masukkan air yang akan diolah ke dalam bak pertama sampai penuh. Kemudian tambahkan larutan pengendap dari wadah pertama (campuran kaporit dan kapur) aduklah. Biarkan beberapa saat. Kemudian masukkan larutan pengendap dari wdah kedua (tawas). Biarkan sampai 2 jam hingga semua zat pengotor atau ion-ion mengendap. Lamanya pengendapan ini tergantung banyaknya zat pengotor, jika hanya sedikit tentu akan lengkap mengendap dalam waktu yang kurang dari 2 jam.
    • Setelah lengkap mengendap alirkan air perlahan-lahan ke tangki penyaring. Tangki penyaring tersebut telah diberi alas penyaring Penyaring ini berfungsi untuk menyaring endapan dan menyerap bau yang terdapat dalam air (misalnya bau kaporit berlebih). Air yang dihasilkan, sebelum diminum harus dimasak/didihkan terlebih dahulu Pemeliharaan
    • Pemeliharaan
Bila air yang keluar telah keruh dan alirannya kurang lancar berarti dalam saringan sudah banyak kotoran yang terperangkap. Oleh karena itu unit pengolahan air harus dibersihkan. Keluarkan semua bahan-bahan penyaring dan dicuci berulang kali hingga air cucian terlihat bersih. Gunakan air panas pada bilasan terahir. Setelah itu bahan penyaring disusun kembali seperti semula.
clip_image006
Gambar 3. Unit Pengolahan Air
Daftar Pustaka :
Kusnaedi. 1995. Mengolah air gambut dan air kotor untuk air minum. Penebar Swadaya. Jakarta
Manahan, Stanley E. 1995. Environmental Chemistry. Sixth Edition. Columbia. Lewis Publishers.

Apakah Menonton TV Berdampak Buruk Pada Kesehatan?

YouBeauty.com | Healthy Living

Oleh: Christie Wilcox


Kita sudah tahu bagaimana caranya menjadi bugar, bahagia dan sehat. Yakni dengan pola makan baik, berolahraga, dan lebih sedikit menonton televisi — yang ditengarai sama buruknya dengan mengemil makanan manis, makanan berlemak dan merokok.

Tapi apakah menonton TV pantas berada di daftar tidak sehat? Penelitian selama sekitar 50 tahun membuktikan … ya, semacam itulah.

PENELITIAN: Happy People Watch Less TV

Yang berbahaya dari menonton TV bukanlah sajian acara TV itu sendiri, melainkan cara kita menonton. Cara kita duduk. Sering/tidaknya seseorang menonton TV banyak jadi patokan ilmuwan dalam menilai seberapa aktif gaya hidupnya. Duduk diam saat menonton TV yang patut disalahkan — bukan acara "Keeping Up With the Kardashians”.

Jadi ketika peneliti bilang, menonton TV menyebabkan diabetes, serangan jantung, dan kematian pada usia muda, itu benar. Karena menonton TV membuatmu tidak aktif bergerak.

Terlalu banyak duduk memiliki efek jangka panjang. Sebuah studi tahun 2010 menemukan, kurang bergerak selama dua hari menyebabkan perubahan besar dalam gen, termasuk gangguan produksi energi dan efeknya berlanjut walaupun orang itu kembali beraktivitas.

Selain itu, peneliti itu menemukan bahwa duduk sepanjang hari, entah di dalam mobil, saat bekerja atau menonton TV semuanya meningkatkan risiko kematian muda. Karena orang sering makan camilan saat menonton, tak heran mereka cepat terkena obesitas.

Menonton TV juga dapat menyebabkan kebiasaan makan yang buruk. Ketika kita terpaku pada TV saat makan, kita makan lebih banyak dan kesulitan mengingat berapa banyak yang sudah kita makan. Akibatnya, porsi kita bertambah.

BACA JUGA: The Psychology of Food Advertising

Kabar baiknya adalah, cukup mudah mengurangi efek tidak sehat menonton TV. Misalnya, bergeraklah selama iklan — seperti melangkah di tempat atau berjalan-jalan. Jadi jangan hanya duduk di sofa. Mematikan TV selama waktu makan juga berlaku bagi seluruh anggota keluarga.

Anak-anak sangat rentan terhadap efek kesehatan yang merugikan dari duduk terlalu lama. Oleh karena itu, American Academy of Pediatrics tidak menyarankan menonton TV bagi anak di bawah usia dua tahun, dan menyatakan bahwa anak-anak yang lebih tua harus dibatasi menonton tidak boleh lebih dari dua jam sehari.

Bagaiman dengan konten? Apakah juga merugikan kesehatan? Para ilmuwan berargumen. Ketika anak-anak menonton TV, perdebatan sebenarnya adalah apakah bahaya TV lebih parah dari efek diam terlalu lama, termasuk potensi dampak jangka panjang pada otak mereka.

Inti dari argumen yang menentang anak-anak yang menonton TV adalah waktu yang dihabiskan di depan TV mengurangi kegiatan penting untuk perkembangan mereka, seperti bermain dan bersosialisasi. Ada sejumlah studi yang menemukan bahwa menonton TV dikaitkan dengan prestasi akademis yang menurun, termasuk penurunan 7 persen pada kegiatan mereka di dalam kelas untuk setiap jam tontonan televisi yang ditonton oleh anak.

Namun banyak ilmuwan berpendapat, tidak adil apabila hanya menyalahkan TV. Ada kepercayaan luas bahwa menonton TV pada seorang anak dapat menyebabkan gangguan perhatian, meskipun buktinya kurang.

Demikian pula, konten kekerasan dan seksual yang diyakini mengakibatkan perilaku agresif, hanya ada sedikit bukti yang mendukung koneksi keduanya. Menonton TV, menurut beberapa penelitian, bisa juga meningkatkan kemampuan bahasa dan belajar.

Tetapi yang jelas, tidak semua program dibuat seimbang. Program untuk dewasa memiliki dampak negatif pada pengembangan bahasa anak, sementara acara bagi anak-anak tidak menimbulkan efek negatif.

Bahkan acara dengan batas usia tertentu isinya dapat campur aduk. Beberapa program terbukti meningkatkan keterampilan berbahasa, sementara beberapa acara, yang berada di lingkup usia yang sama, berdampak sebaliknya. Usia penonton juga menjadi faktor penentu. Sebagai contoh, “Sesame Street” terbukti secara positif mengembangkan kosakata pada anak usia 3-5 tahun, tapi efek itu menurun pada anak usia enam tahun.

BACA JUGA: Six Ways to Help Your Child Reach a Healthy Weight

Kesimpulannya: Sebagai orangtua, penting untuk mengamati acara yang ditonton anak Anda untuk meyakinkan apakah mereka menonton acara dengan konten usia yang tepat. Selain itu, membatasi untuk menonton televisi mungkin memberikan banyak manfaat kesehatan karena memaksa orang dewasa dan anak-anak untuk bangkit dari sofa dan lebih aktif.
sumber : http://id.she.yahoo.com/apakah-menonton-tv-berdampak-buruk-pada-kesehatan-.html

Beragam Khasiat Daun Sirsak

 daun-sirsak

Indonesia merupakan negara yang subur. Beraneka ragam hayati banyak tumbuh di negara kita. Salah satunya adalah tanaman sirsak. Sebagai tanaman buah, sirsak masih kalah pamor dibandingkan dengan buah lainnya seperti jeruk, apel, rambutan atau durian. Hal ini dikarenakan buah sirsak tidak begitu menarik untuk dikonsumsi secara langsung, disamping itu buah sirsak juga tidak bisa bertahan lama. Hanya sebagian orang saja yang mengkonsumsi sirsak secara langsung. Pada umumya buah sirsak lebih nikmat disajikan dalam bentuk makanan kecil seperti dodol atau bisa juga dicampurkan ke dalam minuman seperti es campur, jus, es krim dan lainnya.
Sebenarnya tak hanya buahnya saja yang dapat dimanfaatkan. Tetapi daun sirsak juga dapat dimanfaatkan karena memiliki banyak khasiat. Banyak di antara kita yang belum tahu akan manfaat daun sirsak, karena dulu memang belum ada penelitian tentang daun sirsak. Setelah ada penelitian tentang manfaat daun sirsak, kini sirsak pun menjadi tanaman obat yang populer dan tentunya juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Sirsak merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh dan berbuah sepanjang tahun. Tanaman ini dapat tumbuh hampir di seluruh wilayah Indonesia, sehingga tanaman ini juga memiliki nama daerah yang berbeda-beda. Sirsak memiliki nama latin Annona muricata. Bagian yang sering digunakan untuk herbal adalah daun dan buahnya. Efek herbal dari sirsak antara lain adalah sebagai antikanker, antidiabetes, antibakteri, antijamur, analgesik dan antimutagenik.

Ekstrak Daun Sirsak
Daun sirsak dapat dimanfaatkan untuk mengatasi beberapa jenis penyakit kanker. Senyawa acetogenins dalam daun sirsak terbukti bisa menghambat ATP (adenosina trifosfat) yang merupakan sumber energi untuk pertumbuhan kanker. Dengan menghambat sumber energinya, maka sel kanker tidak dapat tumbuh dan berkembang dan akhirnya akan mati.
Berbagai riset di Amerika Serikat tentang manfaat daun sirsak menunjukkan bahwa sel kanker payudara, usus, ovarium, prostat, paru-paru, liver, pankreas dan limpa mampu dibunuh oleh senyawa yang terdapat dalam daun sirsak tersebut. Senyawa itu membunuh sel kanker tanpa mempengaruhi sel-sel lain yang masih normal. Senyawa aktif dalam daun sirsak meningkatkan pemompaan P-glycoprotein untuk menghasilkan senyawa bersifat antikanker (kemoterapi).
Hasil riset beberapa peneliti untuk mengetahui manfaat daun sirsak menunjukkan bahwa daun sirsak memiliki kemampuan membunuh sel kanker 10 ribu kali lebih ampuh dibandingkan dengan teknik kemoterapi. Kelebihan lain daun sirsak dibanding teknik kemoterapi bahwa senyawa dalam daun sirsak tersebut hanya menyerang sel kanker dan tidak menyerang sel normal dalam tubuh. Berbeda dengan teknik kemoterapi yang tidak hanya menyerang sel kanker namun juga sel-sel normal.
Contoh pemanfaatan daun sirsak dalam bentuk ramuan untuk terapi kanker adalah dengan menyiapkan 10 lembar daun sirsak yang berwarna hijau tua kemudian cuci sampai bersih. Rebus ke dalam 3 gelas air, hingga tersisa sekitar 2 gelas. Kemudian angkat, saring dan dinginkan. Air rebusan tersebut diminumkan rutin kepada penderita 2 kali sehari. Setelah minum maka badan penderita akan terasa panas, mirip dengan efek kemoterapi, bahkan lebih hebat lagi karena rebusan daun sirsak hanya membunuh sel-sel yang abnormal dan membiarkan sel-sel yang tumbuh normal.
Selain mengatasi penyakit kanker, daun sirsak juga bermanfaat untuk abses, asma, bronchitis, batuk, diabetes, demam, disentri, gangguan empedu, jantung, hipertensi, cacingan, gangguan pencernaan, rematik, tonik dan lainnya.
Sirsak kaya akan vitamin C dan serat. Secara tidak langsung kedua zat tersebut juga dapat membantu para penderita wasir. Hal ini dikarenakan vitamin C dapat menguatkan lapisan tipis dalam anus. Sedangkan serat dapat membantu melancarkan proses buang air besar. Kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada sirsak merupakan sumber antiokasidan alami yang sangat bagus untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan juga untuk memperlambat proses penuaan. Bagi para penderita sakit lambung hendaknya berhati-hati dalam mengkonsumsi sirsak, karena kandungan vitamin C nya yang sangat tinggi.
Sumber :
http://lamalifherbal.com/manfaat-daun-sirsak

Ciri-ciri Makanan Mengandung Formalin

 Formalin-pada-makanan

Tidak semua makanan yang sudah kita siapkan bisa dilahap habis dalam sekali santap. Apalagi kalau dalam jumlah cukup besar seperti saat hari raya atau momen-momen khusus lainnya. Begitu pula bahan makanan mentah yang dijual para pedagang. Prinsip “sayang kalau dibuang” membuat kita berpikir keras, bagaimana agar bahan makanan tersebut bisa awet dan tahan lama. Lalu ditambahkanlah zat/bahan tertentu yang mampu membuat makanan awet dan tidak cepat busuk/rusak. Bahan-bahan tersebut kita kenal dengan bahan pengawet makanan.
Banyak sekali bahan-bahan pengawet yang beredar di pasaran. Bahan pengawet tersebut ada dua macam, yaitu bahan pengawet alami dan bahan pengawet sintetis (buatan). Bahan pengawet alami adalah yang paling aman untuk digunakan sebagai pengawet makanan. Bahan yang digunakan biasanya gula atau garam.
Adapun bahan pengawet sintetis, banyak sekali macamnya seperti natrium benzoat maupun asam sorbat. Pengawet yang terbuat dari bahan-bahan kimia ini boleh dipergunakan dalam makanan dengan kadar tertentu, sesuai yang diijinkan oleh Kementerian Kesehatan atau BPOM. Di samping itu ada pula pengawet sintetis yang dilarang digunakan untuk mengawetkan makanan, diantaranya formalin.
Akhir-akhir ini formalin sering digunakan untuk mengawetkan makanan, seperti tahu, mi basah, ikan dan daging ayam. Formalin sebenarnya bahan kimia yang hanya boleh digunakan untuk keperluan di luar tubuh, artinya formalin tidak boleh masuk ke dalam tubuh manusia karena akan sangat merusak organ-organ yang ada.
Formalin biasa digunakan untuk mengawetkan mayat dan organ-organ makhluk hidup, sebagai pembasmi hama, disinfektan dalam industri plastik dan busa serta untuk sterilisasi ruangan. Para pedagang nakal sengaja memilih formalin karena harganya yang lebih murah jika dibanding pengawet makanan yang diperbolehkan, seperti asam sorban atau natrium benzoat. Selain murah, formalin juga lebih irit, mudah digunakan karena berbentuk larutan serta mudah didapatkan di toko-toko kimia.
Namun dibalik kemudahan dan harga yang murah itu formalin menyimpan segudang bahaya bagi tubuh manusia. Formalin memiliki efek toksik yang sangat tinggi dan bersifat karsinogenik yang akan menyuburkan pertumbuhan sel-sel kanker. Di dalam formalin terkandung 37% formaldehid dalam air, dan bila digunakan untuk mengawetkan, ditambahkan metanol hingga 15%. Bila bahan-bahan ini masuk ke dalam tubuh manusia, maka akan berakibat fatal. Berbagai penyakit akut maupun kronis akan menyerang tubuh.
Ciri Makanan Berformalin
Bagi kita orang awam, mungkin agak kesulitan untuk mengetahui seberapa kadar formalin yang ada dalam suatu jenis makanan. Namun karena besarnya bahaya yang ditimbulkan oleh formalin, perlu kiranya kita mengetahui ciri-ciri makanan yang mengandung formalin.
Untuk menguji ada atau tidaknya kandungan formalin pada makanan, kita bisa gunakan kertas indikator pada air rendaman makanan tersebut. Kertas indikator ini dapat kita peroleh di apotek atau toko obat. Bila kertas indikator itu kemudian berubah warna setelah dicelupkan ke dalam rendaman, maka bisa dipastikan makanan tersebut menggunakan formalin. Lalu bagaimana jika kita tidak sempat menguji? Sementara di depan kita ada makanan yang meragukan? Berikut beberapa ciri makanan yang memiliki kandungan formalin.
Ikan
  • Berwarna putih bersih dan dagingnya kenyal
  • Insang tidak berwarna merah segar melainkan merah tua
  • Pada suhu 25° bisa tahan hingga beberapa hari. Sebagai uji sederhana, coba suguhkan ikan yang baru saja Anda beli pada kucing. Bila kucing tidak mau memakan bahkan pergi, itu pertanda ikan yang Anda beli mengandung formalin atau bahan-bahan kimia lainnya
  • Tidak ada bau amis khas ikan, melainkan bau menyengat khas formalin
Ayam potong
  • Berwarna putih bersih
  • Pada suhu kamar bisa awet hingga beberapa hari
Tahu
  • Memiliki bentuk yang sangat bagus dan kenyal
  • Tekstur sangat halus, tak mudah hancur
  • Pada suhu 25° bisa tahan sampai 3 hari, di dalam pendingin tahan hingga 2 minggu.
  • Bau cukup menyengat serta aroma khas kedelai sudah tidak begitu terasa lagi
Mie basah
  • Baunya sedikit menyengat
  • Pada suhu ±25° (suhu kamar) bisa tahan hingga 2 hari, sedangkan bila disimpan di dalam pendingan (suhu 10°) bisa awet hingga lebih dari 15 hari
  • Mie nampak mengkilap seperti dilumuri minyak, tidak lengket dan sangat kenyal (tak mudah putus)
Sebenarnya ada beberapa jenis makanan lagi yang biasa ditambah formalin. Namun ciri-ciri di atas insya Allah cukup untuk digunakan sebagai acuan dalam menguji apakah makanan itu mengandung formalin atau tidak.
sumber :http://lamalifherbal.com/ciri-ciri-makanan-mengandung-formalin

Agar Air di Rumah Tak Lagi Tak Mubazir...

 
KOMPAS.com - Penghematan air adalah tindakan yang dapat dilakukan untuk menjaga pasokan air bersih. Tak perlu berkecil hati dan menganggap tindakan kecil yang kita lakukan tidak akan ada pengaruhnya. Justru dari tindakan yang dilakukan secara konsisten dan dimulai dari lingkungan terkecil kita akan memberi dampak besar apabila dilakukan semua orang.
Dalam kegiatan kita sehari-hari di rumah, beberapa hal sederhana ini dapat kita lakukan untuk menghemat air bersih:
- Jangan biarkan keran air menetes. Walaupun tampaknya tidak membuang banyak air, tetesan yang dibiarkan sama saja dengan membuang puluhan liter air per harinya. Maka, tutup keran dengan cermat dan segera perbaiki jika keran di rumah bermasalah.
- Mencuci mobil akan lebih menghemat air jika dilakukan dengan ember dibandingkan dengan selang yang mengalirkan air. Cara ini hanya membutuhkan sekitar 8 liter air, sementara dengan selang dibutuhkan air sampai 200 liter.
- Saat mencuci buah, lebih baik gunakan baskom dan bukan air yang langsung mengalir dari keran. Dengan cara ini, air bekas pakai cucian sayur dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain, misalnya menyiram tanaman.
- Air buangan bekas mandi atau kegiatan mencuci lain yang tidak terlalu kotor dapat dimanfaatkan kembali untuk mengepel lantai teras, carport, atau bagian luar rumah. Pastikan air tersebut belum lebih dari 24 jam karena akan berbau.
- Pilih kloset yang memiliki dua pilihan penyiraman. Dengan begini, siraman air untuk setelah buang air kecil tidak perlu berlebihan hingga memboroskan air.
Rasanya, dengan beginilah kita bisa bersyukur masih dapat menikmati air bersih setiap harinya di rumah, sementara di luar sana banyak sekali orang yang kekurangan air bersih, bahkan untuk kebutuhan minumnya. Anda siap memulainya dari sekarang?

Sumber: Kompas Klasika 
female.kompas.com/read/2011/08/26/15351715/Agar.Air.di.Rumah.Tak.Lagi.Tak.Mubazir

Lebih Baik Mandi Pakai "Shower"

 

KOMPAS.com - Mentang-mentang keran air di rumah mengucur deras, kita jadi semena-mena menggunakannya. Misalnya saja, ketika mencuci tangan atau menggosok gigi di wastafel, kita membiarkan air keran terus mengucur. Kita berpikir, toh tempat kita tinggal bukan termasuk daerah yang kekurangan air. Padahal, eksploitasi yang berlebihan terhadap air juga bisa membuat sumber air terkuras. Terbukti, sebagian daerah di tanah air mengalami masalah seperti kekeringan.
Oleh karena itu, meskipun Anda saat ini cukup beruntung bisa mendapatkan sumber air dengan mudah, biasakan diri untuk menghemat penggunaan air. Caranya sama sekali tidak susah, kok.
Fakta: Sikat gigi atau cuci tangan menggunakan air keran mengonsumsi 6 liter air per menit, sementara dengan gayung hanya ½ liter.
Solusi: Gunakan gayung atau matikan keran air sehingga air tidak terus mengucur pada saat sikat gigi ataupun mencuci tangan.
Fakta: Mandi menggunakan gayung bisa menghabiskan hingga 60 liter air, sementara dengan shower atau pancuran bisa menghemat banyak.
Solusi: Batasi penggunaan shower atau pancuran hanya selama 5 menit. Bila menggunakan gayung, gunakan ember untuk membatasi jumlah air yang digunakan.
Fakta: Mencuci piring dengan air mengalir selama 15 menit menghabiskan 90 liter air, sedangkan bila menggunakan wadah (ember, baskom) cukup 45 liter air.
Solusi: Gunakan wadah (baskom, ember) untuk bilasan pertama ketika mencuci buah, sayur-mayur, dan piring.
Fakta: Menyiram tanaman dengan selang selama 30 menit bisa mengonsumsi air hingga 180 liter, sementara dengan ember tidak sampai setengah dari jumlah tersebut.
Solusi: Siramlah tanaman dengan ember dan gayung. Selain lebih hemat, cara ini juga lebih efektif.
Selain itu, masih banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kelestarian air, antara lain:
* Gunakan air bekas cucian sayur, buah, atau beras, untuk menyiram tanaman. Selain hemat, air bekas cucian itu juga mengandung nutrisi yang dapat menyuburkan tanaman.
* Siram tanaman di pagi atau sore hari agar air mudah terserap oleh akar dan tanah. Penyiraman pada siang hari hanya membuat air menguap terkena sinar matahari.
* Tampunglah air bekas wudhu untuk membersihkan kamar mandi, halaman, atau menyiram tanaman.
* Begitu pula dengan air bekas bilasan baju! Anda bisa menggunakannya untuk membersihkan halaman, kamar mandi, atau jalanan di depan rumah.
* Buatlah lubang-lubang biopori di taman, halaman, atau sekitar rumah. Lubang biopori mempercepat proses penyerapan air ke dalam tanah.
Sumber: Tupperware

4 Makanan Ini Bantu Atasi Panik

 4 Makanan Ini Bantu Atasi Panik

Ghiboo.com - Kehidupan sehari-hari membuat kita rentan dengan kepanikan, dan berujung dengan kondisi stres. Bila kurang cerdas menanganinya, stres bisa bertambah parah dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Anda tak perlu khawatir untuk mengatasinya. Selain harus lebih sering melakukan kegiatan yang membuat Anda lebih rileks, Anda juga bisa mencoba mengatasi rasa panik dengan mengubah pola makan.

Sayuran ternyata bisa menjadi sahabat di kala rasa panik dan stres melanda. Medicmagic (31/5) memberitahukan empat sayuran untuk mengatasi panik.

Bayam

Jumlah mikronutrisi dalam sayuran hijau sangatlah tinggi, termasuk vitamin A, vitamin K dan folat, serta mangan dan zat besi. Salah satu vitamin yang tinggi jumlahnya di bayam adalah vitamin C, yang mampu mengurangi stres yang kerap mengganggu.

Ketika Anda mengalami stres, kelenjar adrenal, dimana hormon stres tersimpan akan mengalami kehilangan vitamin C dengan cepat. Nah, mengonsumsi bayam bisa menggantikan vitamin yang hilang tersebut. Jadi, saat Anda stres, cobalah untuk makan bayam yang terbukti menyediakan lebih banyak nutrisi. Jika Anda kurang menyukainya, Anda bisa menyulap bayam segar dengan sedikit kreatifitas.

Brokoli

Ketika Anda stres, tubuh akan mengalirkan hormon yang dapat memengaruhi mood Anda. Sayuran hijau bisa memproduksi serotonin, hormon yang dapat mengendalikan, menenangkan dan menyeimbangkan perasaan dan pikiran Anda.

Selain jeruk, vitamin C juga bisa ditemukan di brokoli. Tak hanya itu, vitamin A juga banyak terkandung dalam sayuran hijaunya yang bertanggung jawab untuk mengatur stres sehari-hari.

Ketika mood Anda kacau, brokoli siap memperbaikinya. Sayuran super ini akan membantu menggantikan nutrisi yang hilang. Anda boleh menyantapnya dengan tambahan saus atau menggorengnya dengan tepung.

Asparagus

Antioksidan dan vitamin menjadi faktor penting untuk mengusir stres dan panik. Dan asparagus termasuk sayuran yang tinggi antioksidan. Asparagus juga mengandung tritofan, asam amino yang penting yang digunakan tubuh untuk memproduksi serotonin.

Menurut Julia Ross, penulis The Mood Cure', kekurangan serotonin dapat menyebabkan timbulnya rasa panik. Tritofan dalam asparagus dapat membantu kita mendapatkan tidur berkualitas dan menjaga mood.

Seledri

Kemampuan seledri untuk menurunkan tekanan darah telah terbukti sejak lama. Nah, Anda juga mesti tahu kegunaan seledri lainnya, yaitu membuat Anda merasa tenang.

Seledri mengandung phthalides, senyawa yang dapat membuat otot-otot arteri menjadi lebih rileks. Senyawa ini mengatur aliran darah yang memungkinkan pembuluh darah membesar, sehingga mengurangi tekanan darah. Gejala seperti ini sering sekali terjadi saat seseorang mengalami stres.
sumber : http://health.ghiboo.com/4-makanan-ini-bantu-atasi-panik